Nasirwan sudah lama tinggal di antara barisan pohon kopi di Bener Meriah. Ia mulai bekerja sebagai petani sejak remaja, mengikuti petuah orang tuanya. Bagi Nasirwan, bertani bukan hanya tentang memetik untung, tapi juga tentang merawat kehidupan di sekitarnya.
Nasirwan bergabung dengan program Orangutan Coffee karena ingin mempertahankan pertanian yang selaras dengan alam. Program ini tidak hanya membahas tentang kualitas rasa kopi, tapi juga tentang perlindungan hutan dan satwa liar.
Nasirwan memulai karirnya sebagai petani biasa, lalu dipercaya menjadi petugas Sistem Pengendalian Internal. Ia kemudian dipercaya memimpin Kelompok Tani Uning Bertih di Desa Pante Raya.
Perjuangan Melawan Keraguan
Nasirwan menghadapi tantangan saat memimpin kelompoknya. Ia harus meyakinkan petani lain bahwa tanah bisa tetap subur tanpa menggunakan zat kimia. Namun, ia memiliki bukti bahwa budidaya organik membuat tanaman kopi lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Merawat Tradisi dengan Standar Tinggi
Nasirwan dan kelompoknya merawat kopi Gayo dengan kesabaran dan presisi. Mereka menggunakan bibit yang disemai selama 9 bulan sebelum ditanam di tanah bebas kimia. Setiap tahun, mereka melakukan pemangkasan rutin agar pohon kopi tumbuh seimbang.
Kerja keras mereka membuahkan hasil ketika mereka mendapatkan sertifikat organik pada tahun 2016. Mereka menerapkan disiplin ketat untuk menjaga kualitas premium, seperti hanya memetik buah merah yang tepat waktu dan melakukan proses penggilingan yang segera.
Kopi, Hutan, dan Sebuah Asa Kelanjutan
Bagi Nasirwan, secangkir kopi organik Uning Bertih adalah jembatan yang menghubungkan manusia dengan alam liar. Ia berharap generasi muda di Desa Pante Raya bisa membuka mata dan bergabung untuk merawat bumi lewat sistem organik.
Nasirwan juga berharap para penikmat kopi di seluruh dunia bisa membantu dengan membeli kopi original Uning Bertih dengan harga adil. Ia yakin bahwa kerja sama dengan Orangutan Coffee akan terus mengalir di Uning Bertih, melintasi waktu, hingga berganti ke generasi-generasi petani berikutnya.